//]]>
Portal Informasi Pendidikan dan Karya Tulis Terbaik
Home » , » Meneladani Akhlak Rasulullah Saw.

Meneladani Akhlak Rasulullah Saw.

Penulis : Endi Sutrisna on Monday, September 27, 2010 | 6:28 PM

Meneladani Akhlak Rasulullah Saw.
Oleh K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

SAUDARAKU, sungguh setiap orang sangat
merindukan hidup ini penuh kebahagiaan,
kemuliaan, kehormatan, dan kesuksesan dunia
dan akhirat. Namun, kenyataan sering sekali
tak sesuai dengan harapan. Padahal, hidup di
dunia hanya sekali dan belum tentu lama.
Kita harus segera menemukan kunci yang dapat
membuka pintu karunia idaman kita.

Ternyata, bentuk kebaikan apa pun yang dicita-
citakan sudah ada contoh nyatanya. Itulah pribadi
Rasulullah Muhammad saw. yang diciptakan oleh
Allah bagi kita semua sebagai suri teladan umat.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran
Surat Al-Ahzab ayat 21, "Sesungguhnya telah ada
pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan
dia banyak menyebut Allah."

Ayat di atas ditujukan kepada seluruh manusia. Ini
berarti bahwa semua orang dapat menemukan
pada diriNabi Muhammad saw. suatu keteladanan
yang dapat mengantar mereka untuk memperoleh
rahmat Ilahi serta kebahagiaan ukhrawi. Siapapun
dia, baik seorang ayah, suami, anak, negarawan,
pemimpin masyarakat atau militer, semuanya
dapat menimba keteladanan dari sumber yang
tidak pernah kering itu.

Dalam Alquran, sejumlah ayat telah menjelaskan
kepada kita betapa mulianya akhlak beliau. Bahkan
diyakini bahwa Rasulullah adalah representasi
hidup dari Alquran sehingga dengan demikian
keseluruhan perkataan dan perbuatannya tak
terbatasi oleh ruang dan waktu. Sebagaimana
dalam perkataannya yang mengandung pesan
berkelanjutan dan tidak terikat oleh ruang dan
waktu, maka dalam tindakan dan perbuatannya
pun demikian.

Apabila kita dengan sungguh-sungguh mengenal
dan berusaha keras mengamalkan segala sesuatu
yang ada pada diri Rasulullah, insya Allah, kita
akan mendapat keuntungan yang dapat segera
dirasakan manfaatnya.

Memang jelas, meniru kebaikan bukanlah hal
yang tercela. Bahkan meniru sikap Rasul saw.
merupakan perbuatan ibadah dan berpahala.
Tentu saja ini akan membuat hidup kita menjadi
jauh lebih mudah dan indah karena segalanya
ada contohnya dan jelas suri teladannya.

Standar perilaku Nabi Muhammad saw. yang begitu
tinggi dan mulia, secara tak langsung, baik sadar
ataupun tidak, akan mengangkat martabat dan
kehormatan, serta kemuliaan siapa pun yang
menirunya. Allah SWT berfirman dalam Alquran
Surat Al-Qalam ayat 4, "Dan sesungguhnya kamu
benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Sebagaimana yang kita ketahui, Rasulullah sangat
menjaga mutu apa pun yang beliau lakukan. Beliau
selalu melakukan yang terbaik dengan konsep yang jelas
dan perencanaan yang matang. Sikap beliau profesional,
dengan etos kerja yang prima. Hasilnya pun terbukti
dan teruji kekukuhannya hingga saat ini.

Bisa dibayangkan sendiri andaikata kita hidup sesuai
dengan cara hidup beliau. Insya Allah, kemampuan
berkarya dan berprestasi kita akan melejit. Potensi
akan berkembang maksimal. Aneka masalah akan terkemas
menjadi sesuatu yang bernilai tambah bagi kemajuan
positif kita. Disadari atau tidak, kita pun akan
terkejut sendiri melihat kemampuan yang berlipat ganda
dari upaya mempersembahkan yang terbaik dari kehidupan
ini.

**

ADALAH termasuk janji Allah yang Mahaagung untuk
mencintai siapa pun yang mencintai kekasih-Nya. Allah
SWT Mahatahu keadaan kita yang sebenarnya, baik itu
harapan, kebutuhan yang terpikirkan, maupun yang belum
terlintas sekalipun. Tiada kesempurnaan nikmat dalam
hidup selain menjadi makhluk yang dicintai dan
disayangi Allah SWT. Allahu Akbar!

Ingatlah bahwa seseorang akan mengikuti siapa yang
dicintainya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah
saw. ketika seseorang mengatakan kepada beliau,
"Seseorang mencintai kaumnya. Apakah kelak ia akan
bersama-sama mereka?" Rasulullahmenjawab, "Seseorang
akan bersama orang yang dicintainya."

Dalam hadis lain yang berasal dari Anas r.a. (Muttafaq
'alaih) dikatakan bahwa seseorang bertanya kepada
Rasulullah saw. "Kapan tibanya hari kiamat ya Rasul?"
Rasul saw. pun menjawab, "Apakah yang telah kamu
persiapkan untuknya?" Orang itu balas menjawab, "Aku
tidak banyak mempersiapkan salat, zakat, puasa, dan
sedekah untuk itu. Akan tetapi, aku mencintai Allah
dan Rasul-Nya." Rasulullah kemudian menjawab, "Kamu
bersama yang kamu cintai."

Ini berarti, dengan mengenal serta mengamalkan dengan
sungguh-sungguh apa yang dicontohkan oleh pribadi
Rasul saw., akan timbul perasaan cinta dan rindu ingin
berjumpa dengannya. Insya Allah, semua ini merupakan
tanda cinta kepada Rasulullah yang bakal mengantarkan
kita menjadi ahli surga.

Salah satu kekhasan beliau yang mampu kita tiru ialah
wajahnya yang selalu cerah ceria, jernih lagi
menyenangkan untuk dilihat siapa pun. Pandangannya
terpelihara dari hal yang maksiat, dari yang bukan
muhrimnya. Senyumnya yang tulus yang selalu terpancar
di wajahnya bisa membuat siapa pun merasa tenteram
serta menularkan sebuah semangat hidup.

Ucapan salam serta tegur sapanya selalu mendahului
orang lain yang menyalaminya. Beliau memang berusaha
menjadi orang yang paling awal berbuat kebaikan. Dalam
hal ini, beliau bersabda, "Jangan sekali-kali kamu
remehkan kebaikan meskipun berupa keceriaan wajah
ketika bertemu dengan saudaramu." (H.R. Muslim)

Untuk itu, mari kini kita bertekad menjadi orang yang
senantiasa berwajah cerah ceria guna membahagiakan
siapa pun yang ada di sekitar kita. Jauhilah wajah
bermuram durja, ketus, bengis, juga sombong. Oleh
karena itu, semua sama sekali tidak dicontohkan oleh
wajah mulia Rasulullah saw.

Dalam berbicara, beliau sangat fasih, jelas, tidak
bertele-tele. Beliau selalu memelihara diri dari
perkataan sia-sia. Pembicaraannya selalu tepat situasi
dan kondisi, sarat dengan makna dan hikmah, teruntai
dengan begitu indah dan mengesankan. Siti Aisyah r.a.
mengabarkan, "Rasulullah saw. tidak berbicara cepat
sebagaimana kalian, tetapi beliau berbicara dengan
kata-kata yang jelas dan tegas. Orang yang duduk
bersamanya akan dapat menghafal (kata-katanya)."

Setiap orang yang mendengarkan ucapan beliau akan
merasakan kandungan manfaat yang mendalam dari setiap
ucapannya karena setiap ucapannya selalu sesuai dengan
tindakannya. Beliau menyuruh hal yang telah beliau
lakukan; dan melarang hal yang telah beliau jauhi.
Untuk itu, beliau bersabda, "Berkatalah benar atau
diam." (H.R. Muslim)

Sekecil apa pun kesombongan, tidak ada dalam diri
beliau. Bahkan, pesonanya tampak pada ketawaduan yang
mengukuhkan kemuliaannya. Beliau sama sekali tidak
menginginkan orang berdiri untuk menyambut
kedatangannya sebagaimana yang dilakukan para pejabat
atau raja-raja pada masanya.

Siti Aisyah, istri beliau, berkata, "Rasulullah biasa
menambal terompahnya, menjahit bajunya, melaksanakan
pekerjaan dengan tangannya sendiri. Beliau sama dengan
yang lain, mencuci pakaiannya sendiri, memerah air
susu dombanya, dan membereskan urusannya sendiri."

Beliau adalah manusia yang sangat berani dan memiliki
sikap patriot yang luar biasa plus kekuatan fisik yang
dahsyat. Tak sulit untuk mengetahui keberadaannya di
medan pertempuran. Beliau tak kenal takut menghadapi
situasi sulit dan melawan, berhadapan dengan pemberani
lainnya.

Beliau merupakan sosok yang paling tegar, pantang
mundur, dan tak bergeming tatkala situasi sengit
mengancam. Ali bin Abi Thalib r.a. sampai berkata,
"Jika kami dikepung ketakutan dan bahaya, kami
berlindung kepada Rasulullah saw. Tak seorang pun yang
lebih dekat jaraknya dengan musuh selain beliau."

Sifat pemurah dan kedermawanan beliau bagai angin
berembus. Beliau memberi kepada siapa pun yang
meminta. Ibn 'Abbas berkata, "Nabi saw. adalah orang
yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau yang
paling menonjol adalah pada bulan Ramadan saat
dihampiri Jibril. Jibril menghampiri beliau setiap
malam untuk mengajarkan Alquran kepadanya. Beliau
benar-benar murah hati untuk hal-hal yang baik
seumpama angin yang berembus."

Jabir r.a. berkata, "Tidak pernah beliau diminta
sesuatu lalu menjawab, tidak!"

Memang, tidak akan pernah bersatu keimanan dengan
kekikiran. Nah, saudaraku, ketahuilah, tidak akan
pernah berkurang harta yang dinafkahkan di jalan Allah
dengan sedekah! Bagaimana mungkin berkurang karena
pada dasarnya harta kita merupakan milik Allah?
sedangkan Allah berjanji akan melipatgandakan rezeki
orang yang rajin menafkahkan hartanya di jalan Allah.
Sungguh, janji Allah itu tidak pernah meleset dan
dimungkiri.

Saudaraku, tulisan ini jelas terlalu sederhana untuk
dapat menggambarkan keagungan panutan kita seutuhnya.
Semua keutamaan Rasul saw. yang diceritakan di atas
hanya sepercik kecil keutamaan dan keagungan beliau.
Sifat-sifat sempurna tersebut lahir dari kedalaman
hati yang bening-ikhlas, dan penuh kasih sayang kepada
hamba-hamba Allah.

Namun, melalui tulisan ini hendaknya kita menjadi
terpacu kembali untuk bersemangat mempelajari kembali
pribadi agung nabi junjungan kita, Muhammad saw. Kita
dapat memenuhinya dengan membaca lagi berbagai
referensi, mendengar lebih banyak, serta bergaul
dengan orang-orang yang mencintai beliau dan
mengamalkan sunah-sunahnya. Mudah-mudahan, kita,
dengan disertai kesungguhan doa, tergolong sebagai
orang, yang mencintai Rasul saw. sehingga akhirnya di
akhirat kelak layak mendapat syafa'at darinya. Wallahu
a'lam.***
*******************************************************************
*******************************************************************
Share this article :
 
Copyright © 2009-2014. MITRA PUSTAKA . All Rights Reserved.
Design Template by mitramedia | Powered by Blogger