//]]>
Portal Informasi Pendidikan dan Karya Ilmiah Terbaik
Artikel Terbaru »
Bagikan kepada teman!

SYARAT, CARA BAYAR PAJAK MOTOR MELALUI E-SAMSAT ATM BCA, BNI, BRI, BJB

Penulis : Sutrisna Center on Sunday, January 1, 2017 | 10:50 AM

Sunday, January 1, 2017

Apa saja Syarat Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 1 Tahunan Melalui ATM Bank BCA, BNI, dan BJB - Kabar gembira untuk sahabat semua yang biasanya bayar pajak kendaraan bermotor, nampaknya pemerintah dalam hal ini Samsat sudah mempermudah dalam hal pembayaran PKB yang biasyan mengantri dulu berjam jam di kantor Samsat namun kali ini hadir dalam bentuk pembayaran melalui ATM. Kalau dulu awal diluncurkan cara ini hanya bisa melalui bank Bjb saja, namun pada sekarang ini Samsat bekerja sama dengan Bank BCA, BNI dan ATM BRI jadi ada 3 bank selain bank Bjb.

Kami kutip dari dispenda.jabarprov.go.id, Dengan bertambahnya jumlah bank yang bekerjasama dengan tim pembina samsat untuk menerima setoran pembayaran pajak kendaraan bermotor diharapkan dapat memberikan Wajib Pajak (WP)  kemudahan, kecepatan, proses pembayaran yang lebih praktis dan fleksibel serta terhindar dari praktik percaloan.

SYARAT-CARA-BAYAR-PEJAK-MOTOR-MELALUI-SAMSAT-MELAUI-ATM-BCA-BNI-BRI-BJB

Bila Anda datang ke kantor samsat, samsat outlet, atau samsat drive thru maka Anda harus mengikuti hari dan jam kerja yang telah ditentukan agar dapat membayar pajak kendaraan Anda.

Beda halnya apabila Anda membayar pajak kendaraan melalui e-Samsat  Jabar dimana Anda dapat membayar pajak kendaraan Anda melalui mesin ATM bank BJB,  BCA, BRI dan BNI selama 24/7 (24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu) tidak ada istilah tutup atau libur.

Dengan jumlah mesin ATM ke-4 bank yang lebih dari 30 ribu buah dan tersebar di seluruh Indonesia, maka seharusnya WP akan lebih mudah dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak kendaraannya sehingga tidak ada istilah males, tidak waktu, ngantri, dan alasan-alasan klasik yang sering digunakan ketika kita sedang enggan untuk melaksanakan kewajiban kita.

Untuk dapat menggunakan layanan e-Samsat  Jabar ada sembilan persyaratan yang harus Anda penuhi, yaitu :
  1. Wajib Pajak  Dengan  Data Kepemilikan Kendaraan yang Sesuai Dengan  Data  yang ada dalam server samsat Dispenda  Jabar.
  2. Kendaraan tidak dalam status blokir Ranmor/ blokir data kepemilikan.
  3. Wajib Pajak memiliki telpon dan nomor seluler yang aktif.
  4. Wajib Pajak Memiliki Nomor Rekening Tabungan dan Kartu ATM di Bank BJB atau Bank BNI atau Bank BCA dengan identitas yang sama dengan data kendaraan dimaksud.
  5.  Kendaraan yang dapat didaftarkan ulang adalah kendaraan yang NIK/No.KTP pemiliknya sama antara yang terdaftar di server samsat dan di Rekening Bank BJB atau Bank BNI atau Bank BCA dan BRI.
  6. Berlaku untuk pembayaran pajak kendaraan daftar ulang 1 (satu) tahun.
  7. Tidak berlaku untuk pembayaran pajak kendaraan yang bersamaan dengan ganti STNK 5 tahun.
  8. Masa berlaku pajak yang bisa dibayar kurang dari 6 bulan dari masa jatuh tempo.
  9. Wajib pajak adalah perseorangan (bukan badan usaha/yayasan/badan sosial).
Jika dahulu Anda harus mengirimkan sms terlebih dahulu untuk mendapatkan kode bayar yang digunakan ketika melakukan pembayaran di mesin ATM, saat ini ada cara lain untuk membayar pajak kendaraan tanpa menggunakan kode bayar melainkan menggunakan masa berlaku pajak yang dapat Anda lihat di lembaran SKPD Anda.

Tutorial Cara Pembayaran Pajak Melalui ATM, BRI, BJB, BNI

Disini saya tidak memberikan tutorial ke 4 bank itu karena akan penuh ini halaman. Untuk lebih jelasnya tentang bagaimana membayar menggunakan mesin ATM BJB, BNI, BRI, dan BCA dapat Anda lihat di sini Link-nya:
  • Tutorial Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui ATM Bank BCA
  • Tutorial Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui ATM Bank BRI
  • Tutorial Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui ATM Bank BNI
  • Tutorial Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui ATM Bank BJB

Sebagai WP kendaraan bermotor sudah selayaknya Anda memilih satu dari berbagai layanan yang disediakan oleh pemerintah untuk mempermudah Anda dalam melaksanakan kewajiban Anda. Apapun pilihan layanan Anda untuk membayar pajak kendaraan bermotor yang perlu diingat adalah bahwa sebagian dana dari pajak kendaraan bermotor yang Anda bayarkan setiap tahunnya digunakan untuk pembangunan dan atau pemeliharaan jalan serta peningkatan moda dan sarana transportasi umum di Kabupaten/Kota dimana kendaraan anda terdaftar.

Ingat Untuk saat ini hanya bisa melayani pelayanan e-Samsat via ATM dengan persyaratan nama pemilik STNK, nomor KTP, dan rekening bank harus sama dan persayaratan lainnya STNK masih berlaku (bukan pembayaran pajak lima tahunan).Demikianlah Info publik kali ini yaitu Syarat & cara Membayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui ATM Bank BRI, BNI, BCA dan BJB. Semoga bermanfaat
komentar | | Read More...

masih percaya , kalo kita dijajah belanda 350 tahun ?

Penulis : Sutrisna Center on Monday, December 12, 2016 | 8:51 AM

Monday, December 12, 2016

masih percaya , kalo kita dijajah belanda 350 tahun ?
masih percaya kalo itu milik belanda ?

.
.

Sejarawan dan Pakar Islam Nusantara, Agus Sunyoto mengatakan, keilmuan nusantara sama sekali bukan mitos, dongeng, maupun legenda. Ada fakta empiriknya, misalnya teknik metalurgi, ilmu tentang pengecoran besi dan baja. Belakangan, ilmu yang hanya kita kenal di Majapahit ini, hanya sebatas membuat keris, tombak, dan pedang.<>

Ternyata ketika saya baca kisah Vasco da Gama, kata Agus, saya menemukan fakta bahwa teknologi metalurgi di Jawa sudah maju. Kenapa? Pada saat pasukan Portugis yang dipimpin d’Abuquerque menyerang Malaka, dia sudah mendapat informasi dari salah satu anak buahnya, untuk hati-hati mendekati Malaka.

“Dia mengimbau untuk berhati-hati Karena Malaka sudah dilengkapi dengan meriam-meriam ukuran besar yang dibeli dari Jawa,” ujarnya dalam kegiatan Halaqah Islam Nusantara yang digelar Pascasarjana STAINU Jakarta, Jum’at (17/4) lalu di Kampus STAINU Jakarta, Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat.

Salah satu Dosen Pakar di Pascasarjana STAINU Jakarta ini menambahkan, ada 20 ribu prajurit bayaran dari Jawa untuk Malaka. Saat itulah salah satu kapal d’Abuquerque hancur dan akhirnya mundur. Akhirnya, dia memerintahkan mata-matanya untuk membeli orang Jawa sebanyak 500 prajurit di sebuah benteng punya Malaka.

“Dari benteng dengan para prajurit yang sudah dibeli itulah Malaka akhirnya jatuh pada tanggal 23 Agustus 1511. Karena pasukan Portugis aman masuk Malaka lewat benteng yang prajuritnya sudah dibeli tersebut,” jelas Wakil Ketua PP Lesbumi NU ini.

Dari catatan itu, imbuhnya, semua benteng Malaka yang dijarah orang-orang Portugis, diperoleh rampasan 2000 meriam besi berukuran besar dan ada 3000 meriam kecil yang terbuat dari bahan kuningan buatan Jepara. “Itu catatan Portugis, kita tidak menemukan catatan itu,” ungkap Pengasuh Pesantren Global Tarbiyyatul Arifin Malang ini.

Jika yang dirampas puluhan meriam, lanjutnya, mungkin masih bisa dipertanyakan, ini 5000 meriam. Kita tidak punya catatan itu, sampai dulu saya itu punya asumsi yang pertama kali membawa meriam itu orang-orang Portugis, ternyata itu hasil rampasan perang yang merupakan buatan orang-orang nusantara.

Dia juga menerangkan, meriam ini sejak zaman Majaphit sudah ada. Mereka membuatnya sendiri. “Ada salah satu santri saya yang kuliah di New York, dia mengirim foto salah satu koleksi Metropolitan Museum, yakni meriam buatan Majapahit abad ke-13, sebelum era Walisongo. Sedangkan penemu meriam asal Eropa, Alfred Noble membuatnya pada abad ke-15,” paparnya.

Ketika saya baca kidung lama, kidung Panji Wijoyo Kromo, ucap Agus, kidung yang ditulis pada zaman Majapahit akhir, ada istilah yang aneh, bedil besar, ada istilah lagi juru mudining bedil besar. “Ternyata ketika saya cek di kamus Mulder, benar bedil besar artinya meriam. Jadi juru mudining bedil besar itu artinya operator meriam,” terangnya.

Jadi, lanjut Dosen FIB Universitas Brawijaya Malang ini, Majapahit sudah mampu membuat meriam. Namun dikembangkan di Demak menjadi ukuran yang lebih besar dan diperdagangkan, tetapi kalau Majapahit tidak diperdagangkan.

Lebih jauh, Agus menjelaskan, istilah bedil besar itu dari India. Belakangan diketahui Majapahit jika membuat keris, pedang, bedil besar, dan lain-lain, mereka mengimpor besi dari Khurasan, India. Di Majapahit sendiri, tuturnya, menyebutnya Wesi Khurasani, itu baja putih seperti titanium. Pada zaman itu mereka sudah mengimpor karena orang-orang Majapahit itu maritim, mereka kemana-mana.

“Merosotnya pada zaman Mataram, masuk ke pedalaman. Orang pedalaman itu tidak kenal bangsa asing, hanya kenal sawah, hutan dan pegunungan dengan segala ‘hantunya’. Sebab itu, meriam di zaman Mataran dimintai berkah, itu suatu kemerosotan yang luar biasa,” tandasnya. (Fathoni)



Foto: Meriam ukuran besar produksi Jepara yang saat ini bisa dijumpai di depan reruntuhan Benteng Surosowan Banten.
sumber : NUonline
komentar | | Read More...

Sebuah Kisah Relief cerita di Candi Borobudur

Penulis : Sutrisna Center on Thursday, December 8, 2016 | 8:10 PM

Thursday, December 8, 2016

Relief cerita di Candi Borobudur:
1. Karmawibhañga
Menggambarkan ajaran sebab akibat berjumlah 160 panil terletak di kaki candi tertutup (dinding)
2. Lalitawistara
Menggambarkan kehidupan Buddha Gautama sejak lahir sampai keluar dari istana, mendapat pencerahan di bawah pohon Bodhi dan diakhiri pada ajaran pertama di Taman Kijang dekat Benares.
Relief berjumlah 120 panil di dinding candi lorong 1 tingkat 2.
3. Jataka dan Awadana
Menggambarkan peristiwa dan perbuatan Buddha pada kehidupan lampau. Buddha digambarkan dalam berbagai reinkarnasinya baik sbg manusia maupun binnatang, memberikan contoh kebajikan dan pengorbanan diri. Awadana adalah cerita Jataka juga, ttp tokohnya Pangeran Sudhanakumara. Di lorong 1 tingkat 2 terdapat 620 panil. Di lorong 2 tingkat 3 ada 100 panil.
4. Gandawyūha
Menggambarkan Sudhana, putera saudagar kaya yg mencari kebenaran. Dia bertemu banyak pendeta dan Boddhisatwa, termasuk Çiva Mahãdewa. Di lorong 2 tingkat 3 terdpt 128 panil, lorong 3 tingkat 4 di pagar langkan 88 panil di dinding 88 panil. Di lorong 4 tingkat 5 di dinding 84 panil dan dipagar langkan bersama Bhadracari 72 panil.
5. Bhadracari
Merupakan bagian akhir cerita Gandayūha bercerita ttg sumpah Sudhana untuk menjadikan Bodhisattwa Samantabhadra sebagai contoh hidupnya. Berada di lorong 4 tingkat 5
Disalin dari: Buku Candi Indonesia Seri Jawa.
(Hihihihi hadiah dari Mas Djulianto Susantio tempo hari)

komentar | | Read More...

Anglidarmo ditilungagung. Candi Mirigambar

Penulis : Sutrisna Center on Tuesday, November 22, 2016 | 8:01 PM

Tuesday, November 22, 2016

Anglidarmo ditilungagung.
Candi Mirigambar
Candi Mirigambar terletak di desa Mirigambar, kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Candi ini tersusun dari batu bata. Meskipun hanya berbentuk reruntuhan, akan tetapi keagungannya masih bisa terlihat sampai sekarang.
Keindahan tersebut tercermin pada sisa-sisa reliefnya yang terpahat halus di permukaan batu bata. Relief yang terpahat di Candi Mirigambar ini mengisahkan tentang legenda Angling Dharma, sehingga candi ini sering juga disebut dengan sebutan Candi Angling Dharma.
Candi Mirigambar diperkirakan dibangun pada akhir abad XII hingga akhir abad XIV, sesuai dengan relief angka yang terpahat pada candi ini yakni 1214 Saka dan 1310 Saka. Dari situ pula dapat dilihat bahwa, pembangunan candi Mirigambar tergolong cukup lama, yakni sejak akhir pemerintahan Kertanegara (Singosari) hingga masa pemerintahan Hayam Wuruk (Majapahit).
Banyaknya tinggalan-tinggalan lain di sekitar Candi MiriGambar, mengindikasikan bahwa dahulunya lokasi ini merupakan sebuah komplek percandian yang sangat luas. Sehingga tidak mengherankan jiga pembangunannya memakan waktu yang cukup lama. Tinggalan-tinggalan lain yang berada di sekitar Candi Mirigambar antara lain Bekas Pemandian Mliwis Putih, Candi Tuban, dan reruntuhan candi lain 300 m di timur Candi Mirigambar. Pie iki benar ngene ye critane candi mirigambar mbah Jalu Surya Pradhabasu Widjatmiko AP Eko Wahyudi
komentar | | Read More...

Cara Blokir Dokumen Kendaraan di SAMSAT

Cara Blokir Dokumen Kendaraan di SAMSAT
Bagi pemilik mobil yang telah menjual kepada orang lain, jangan lupa untuk melakukan pemblokiran dokumen. Dengan tujuan agar kendaraan yang saat ini di miliki tidak terkena pajak progresif, dimana pajak progresif itu di hitung melalui presentase dari harga jual kendaraan (NJKB). Presentase ini nilainya berbeda-beda tergantung mobil keberapa yang saat ini dimiliki. Untuk mobil pertama 1,5 %, mobil kedua 2%, mobil ketiga 2,5% dan mobil keempat sampai seterusnya 4%. Jadi, jika mobil yang dimiliki adalah mobil ke dua maka pajaknya akan lebih mahal daripada pajak mobil pertama dengan harga mobil yang sama.
Agar tidak terkena pajak progresif, lakukan pemblokiran di SAMSAT terdekat, untuk prosesnya juga tidak perlu waktu yang lama serta bebas biaya alias gratis. Kalau pemilik kendaraan yang akan melakukan pemblokiran bisa langsung datang ke SAMSAT dan melakukan prosesnya. Namun kalau dilakukan oleh orang lain atau dengan kata lain perwakilan, maka perlu dibuatkan surat kuasa atas nama orang yang akan melakukan pemblokiran. Sebelum datang ke SAMSAT persiapkan terlebih dahulu persyaratan yang diperlukan yaitu:
1. Foto copy Kartu Keluarga (KK) pemilik kendaraan
2. Foto copy KTP pemilik kendaraan
3. Data kendaraan yang akan di blokir (jika masih ada FC STNK)
4. Mengisi formulir pemblokiran di bubuhi dengan materai dengan besaran Rp. 6000 ,-
Setelah melakukan semua proses awal pemblokiran, anda tinggal menunggu hasilnya kurang lebih sekitar 3-7 hari untuk dapat memastikan kendaraan tersebut telah terblokir. Jika sudah terblokir, maka kendaraan tersebut sudah tidak bisa diperpanjang pajaknya menggunakan KTP atas nama pemilik yang telah diblokir. Sehingga, pembeli kendaraan tersebut harus melakukan balik nama agar saat perpanjangan STNK (bayar pajak) tetap bisa dilakukan.
Bagi anda yang akan melakukan pembelian mobil setelah menjual mobil sebelumnya, sebaiknya melakukan pemblokiran terlebih dahulu untuk mobil anda yang sudah dijual. Sehingga saat pembuatan STNK baru di SAMSAT, anda tidak dikenakan pajak progresif. Perlu anda ketahui juga, untuk pajak progresif ini mengacu kepada alamat pemilik yang tercantum di STNK, sehingga dalam satu keluarga dengan nama yang berbeda namun alamat tinggalnya sama, untuk kendaraan kedua dan seterusnya tetap akan menanggung pajak progresif.
Demikian tips dari kami kali ini, semoga bermanfaat untuk anda.
PEACE OF MIND ON THE ROAD
(Sumber : AstraWorld)
komentar | | Read More...
close
close

Arsip

 
Copyright © 2009-2014. MITRA PUSTAKA . All Rights Reserved.
Design Template by mitramedia | Powered by Blogger